Relationship building adalah kemampuan membangun, memelihara, dan memperkuat hubungan positif dan saling percaya dengan orang lain, baik dalam konteks profesional maupun pribadi. Di dunia kerja relationship building memiliki peran yang cukup penting untuk dijaga karena memiliki dampak yang luas dan menjadi pondasi yang dapat mempengaruhi kesuksesan karir.
Meskipun membutuhkan proses yang memerlukan perhatian dan usaha, relationship building memiliki banyak manfaat, diantaranya dapat membangun rasa saling percaya, saling menghormati, meningkatkan kerjasama, mendorong loyalitas kerja, dan menciptakan hubungan serta lingkungan kerja yang positif.
Di bawah ini beberapa langkah yang dapat membantu membangun dan memperkuat hubungan kerja, di antaranya:
1. Komunikasi
Komunikasi merupakan aspek penting dalam relationship building. Agar hubungan kerja dapat berjalan baik dan harmonis perlu menerapkan komunikasi yang efektif, jelas, terbuka, dan jujur antara satu sama lain. Komunikasi saat bekerja mencakup kemampuan menyampaikan, mendengarkan, dan memahami pesan secara baik.
Terjalinnya komunikasi efektif dapat meminimalisir terjadinya miskomunikasi, konflik, dan perbedaan sudut pandang ataupun salah interpretasi saat kerja. Agar komunikasi dapat berjalan efektif, kita dapat memanfaatkan alat komunikasi yang sesuai, seperti email, telepon, pesan instan, maupun pertemuan tatap muka, tergantung pada konteks dan urgensi masing-masing.
2. Membangun kepercayaan
Kepercayaan menjadi elemen penting dari relationship building. Tanpa adanya kepercayaan hubungan mudah rapuh dan penuh keraguan. Membangun kepercayaan membutuhkan waktu yang lama, namun dapat hancur dengan cepat bila dilanggar. Begitupun saat bekerja, kita harus selalu berusaha untuk mendapatkan kepercayaan. Di tempat kerja kepercayaan antar rekan kerja, atasan, dan bawahan adalah hal yang mendasari efisiensi dan produktivitas kerja.
Salah satu cara membangun kepercayaan yaitu selalu berusaha jujur dalam bersikap dan berkomunikasi, berperilaku baik, serta memenuhi janji. Misal, menyelesaikan tugas tepat waktu, menepati janji, dan bertanggung jawab atas pekerjaan. Bila sudah tercipta rasa saling percaya akan muncul sikap saling mendukung, bekerjasama, dan saling berbagi tanpa rasa takut.
3. Menjaga etika kerja
Etika kerja menjadi salah satu hal yang mempengaruhi proses membangun hubungan. Etika kerja berfungsi sebagai fondasi kepercayaan dan rasa hormat yang merupakan elemen penting dalam relationship building yang sehat. Hal ini mencakup kepatuhan terhadap peraturan perusahaan, integritas, kepercayaan, tanggung jawab, disiplin, rasa hormat, dan profesionalisme. Jika di tempat kerja ada orang yang memiliki etika buruk, seperti malas, tidak bertanggung jawab, sering berbohong, arogan, dan lain sebagainya, maka ini dapat merusak hubungan, menurunkan kepuasan kerja, menghambat kinerja tim, bahkan membuat lingkungan kerja menjadi tidak nyaman.
4. Bersikap suportif atau saling mendukung
Sikap suportif atau saling mendukung menjadi salah satu cara terbaik membangun hubungandi tempat kerja. Dukungan yang diberikan bisa berupa bantuan langsung atau sekedar memberikan saran dan semangat. Caranya, dengan menghargai kontribusi di saat mereka memberikan ide atau pendapat, menghindari interupsi saat mereka berbicara, dan mengapresiasi pekerjaan atau pencapaian rekan kerja. Dengan mengapresiasi pekerjaan dan kontribusi rekan kerja dapat meningkatkan semangat dan hubungan kerja. Cara ini juga dapat membantu membangun budaya saling mendukung dan menunjukan sikap saling peduli antar rekan kerja.
5. Hadapi konflik dengan bijak
Konflik merupakan hal yang biasa saat bekerja sebab ada banyak kepala dengan pemikiran dan pemahaman yang berbeda. Untuk itu perlu adanya manajemen konflik yang baik. Cara kita menghadapi konflik di tempat kerja dapat mempengaruhi hubungan profesional. Misal, saat terjadi konflik sebisa mungkin untuk tidak menghindarinya tetapi hadapi dengan cara yang bijak dan konstruktif dengan semua pihak yang terlibat. Cari solusi yang adil dan pastikan untuk menyelesaikan konflik tanpa meninggalkan dendam. Selesaikan konflik secara langsung dan jangan memendam atau mengulur-ulurnya.
Jika dibutuhkan kita dapat meminta pihak ketiga yang netral untuk menengahi konflik yang terjadi. Dengan membangun manajemen konflik yang baik dapat menciptakan suasana dan atmosfer kerja yang positif dan damai.